Rabu, 03 Juni 2015

KEBERADAAN PERPUSTAKAAN DI MASA KINI
       Miris Perpustakaan
    
                                       
                                          
ketua himpunan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan
Fakultas Adab dan Humaniora IAIN STS Jambi
Arpah
NIM : IPT,131383

Miris ...... Perpustakaan Dijadikan Sebagai Tempat Rekreasi Terbaik

Tentunya ini sebuah fakta yang ada di sekitar kita yang begitu mudah ditemukan. Dimana masih banyak perpustakaan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.                         
Bahkan tidak sedikit kisah sekolah-sekolah yang katanya diklaim sebagai tempat melahirkan SDM-SDM berkwalitas di negeri ini justru masih banyak yang belum memiliki perpustakaan. Jangankan memiliki perpustakaan dan bisa menjadi tempat rekreasi, negara sendiri hingga detik ini masih belum mampu menyelesaikan seluruh masalah-masalah berkenaan terkait sekolah yang ambruk, sekolah yang tidak layak, hingga permasalahan korupsi dana pendidikan dan dana perpustakaan yang seolah terus terbiarkan.
      Melihat kondisi tersebut, tentunya masih teramat sangat jauh jika kita berharap bahwa perpustakaan pada saatnya nanti bisa menjadi dan berfungsi sebagai tempat rekreasi yang mengasyikan dan menyenangkan sebagaimana di negara-negara maju. Bukan malah sebaliknya, Perpustakaan menjadi tempat yang membosankan, menyebalkan, apalagi jika sampai mendapat predikat menyeramkan, yang demikian tentunya tidak pernah diharapkan.
Hampir setiap pustakawan tentunya sudah tahu bahwa salah satu fungsi utama perpustakaan diantaranya yaitu sebagai tempat rekreasi.
Namun sayangnya tidak semua Pustakawan mampu menciptakan dan mengelola perpustakaan mereka mampu berfungsi sebagai tempat yang menyenangkan dan mengasyikan.
Kebanyakan justru image perpustakaan yang memprihatinkanya lagi tidak memiliki image sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan, tapi justru image buruk nan menyeramkan, membosankan, dan banyak kekecewaan ketika kita datang ke perpustakaan.
Berbagai acara seminar, workshop, bahkan diklat berhari-hari sekalipun, sepertinya belum mampu menjadikan kegiatan yang begitu banyak tersebut untuk memperbaiki perpustakaan yang mereka kelola.
       Acara-acara demi acara tersebut seolah hanya sebatas dijadikan acara ceremonial semata.
Bicara terkait fungsi Perpustakaan sebagai tempat rekreasi, mungkin sebenarnya pustakawan hanya membutuhkan praktek dan praktek dari banyaknya referensi tentang perpustakaan yang sudah terus berbenah perbaiki agar perpustakaan memiliki fungsi sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan dan membahagiakan.
Terkait referensi tentunya sudah banyak, anda bisa juga melihat berbagai kreasi dan perbaikan yang sudah dilakukan dan dicontohkan oleh berbagai perpustakaan yang ada di negara-negara maju. Dimana di negara-negara maju tersebut, perpustakaan benar-benar memfungsikan perpustakaan secara maksimal.
       Perpustakaan di negara-negara maju di bangun dengan sangat baik. Perpustakaan di negara-negara maju tersebut tak sebatas fokus pada penyediaan buku dan buku saja, tapi juga ada tempat bermain untuk anak-anak, bermain game, nonton film, pertunjukan drama, teater, dan berbagai hiburan lainya yang disukai oleh masyarakat.
Dengan cara itulah jangan heran jika image perpustakaan di negara-negara maju sangat baik dan disukai keberadaanya oleh masyarakatnya.
Kondisi tersebut tentunya berbanding terbalik dengan yang ada di negara kit, walaupun memang tidak semuanya karena beberapa perpustakaan di Indonesia juga sudah ada yang menerapkan sebagaimana yanga da di negara-negara maju.
       Kebanyakan Pustakawan di negara kita seolah-olah fokus dan fokus dan memaksa masyarakat agar supaya suka membaca, namun seringkali pendekatanya yang kurang tepat.
Berbeda dengan di negara-negara maju yang mereka dengan penekanan dan pendekatan kepada apa yang disukai oleh masyarakat terlebih dahulu, dengan cara menyediakan fasilitas taman untuk bermain anak-anak, menyediakan fasilitas game, studio musik, nonton film, pertunjukan teater atau drama, sehingga masyarakat dengan sendirinya berbondong-bondong datang ke perpustakaan.
Begitu masyarakat sudah berbondong-bondong berkunjung ke perpustakaan, maka tidak perlu dipaksa, dengan sendiri secara bertahap, mereka juga akan memanfaatkan fasilitas lainya seperti buku, koneksi internet yang cepat, serta berbagai fasilitas lainya.
Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, pelayanan dan kemampuan SDM di perpustakaan-perpustakaan negara maju juga sangat baik. Berbagai kesaksian mahasiswa di Indonesia atau masyarakat umum yang pernah ke negara-negara maju tersebut, mereka memiliki kesan jika pelayanan dari pustakawan begitu sangat ramah seperti pelayanan di bank-bank.
Melalui tulisan ini penulis juga hanya ingin berharap bahwa kedepan pustakawan maupun pihak-pihak terkait yang memang memiliki wewenang penuh untuk memajukan perpustakaan agar terus memperbaiki diri mereka serta fasilitas yang ada di perpustakaan mereka.
Jangan sampai pustakawan di negeri ini hanya iri dengan prestasi dan kenyamanan serta keindahan dari perpustakaan-perpustakaan yang ada di negara maju, akan tetapi tidak pernah iri dengan CARA dan kerja keras pustakawan di negara maju terkait bagaimana mereka bisa melahirkan perpustakaan yang maju dan disukai oleh masyarakatnya.
- See more at:
 http://new.aribicara.blogdetik.com/2015/06/04/miris-fungsi-perpustakaan-sebagai-tempat-rekreasi-terabaikan#sthash.cJ47av7C.dpuf

3 komentar:

  1. Merperhatikan hal di atas, memang sangat di sayangkan bahwa hari ini perpustakaan di daerah-daerah khusus nya di Indonesia hanya di jadikan simbol semata, harusnya pemerintah memberikan standar yang baik dan merata untuk setiap perpustakaan begitupun dengan pelayanannya, hingga minat pembaca menjadi meningkat. Hari ini juga dapat kita lihat bahwa kemajuan zaman menjadi pesaing instan pusat ilmu pengetahuan yaitu perpustakaan. Namun saya masih bingung, apakah hal tersebut dapat di katakan pesaing atau penunjang, karena sifatnya positif.

    Di balik itu, terkadang saya juga bingung dan sedikit merasa terganggu, kenapa di perpustakaan (maksud saya disini adalah ruang baca'nya) tak jarang terdengar suara musik yang di putar oleh para pegawai perpus, sehingga menganggu konsentrasi pembaca. Menurut kami, memang hiburan baik untuk menunjang peningkatan fasilitas perpustakaan, namun ada baiknya di letakkan pada ruangan tertentu, karena setiap orang memiliki perbedaan dalam mencerna setiap bacaan dalam buku.

    terima kasih.
    wassalam

    BalasHapus
  2. Trimakasih kepada sahabat dayat (motivator idialis) yang telah memberikan komentar terhadap tulisan ini,,,,
    itulah sahabt permasalahn yang terjadi di perpustakaan dewasa ini,,,,entah kenapa para mahasiswa/pun pelajar yang ada di jambi khususnya.
    hal ini udah membudaya di daerah kita,yaitu membudayakan budaya malas baca,mungkin hal ini disebabkan terlalu banyaknya faktor hiburan yang banyak dijumpai di sekeliling mereka,seperti,games online,dan games -games ps ataupun yg sejenisnya yg bersifat hiburan.hal inilah yang menjadi penghalang bagi para user education untuk memilih perpustakaan sebagai tempat hiburan untuk mengisi waktu kosong mereka.
    nah disinilah seharusnya tugas para pustakawan dapt mengubah cara pandang masyarakat/pun pengguna agar dapat memilih perpustakaan sebagai tempat mengisi waktu kosong mereka.

    BalasHapus
  3. Trimakasih kepada sahabat dayat (motivator idialis) yang telah memberikan komentar terhadap tulisan ini,,,,
    itulah sahabt permasalahn yang terjadi di perpustakaan dewasa ini,,,,entah kenapa para mahasiswa/pun pelajar yang ada di jambi khususnya.
    hal ini udah membudaya di daerah kita,yaitu membudayakan budaya malas baca,mungkin hal ini disebabkan terlalu banyaknya faktor hiburan yang banyak dijumpai di sekeliling mereka,seperti,games online,dan games -games ps ataupun yg sejenisnya yg bersifat hiburan.hal inilah yang menjadi penghalang bagi para user education untuk memilih perpustakaan sebagai tempat hiburan untuk mengisi waktu kosong mereka.
    nah disinilah seharusnya tugas para pustakawan dapt mengubah cara pandang masyarakat/pun pengguna agar dapat memilih perpustakaan sebagai tempat mengisi waktu kosong mereka.

    BalasHapus