Miris Perpustakaan
ketua himpunan mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan
Fakultas Adab dan Humaniora IAIN STS Jambi
Arpah
NIM : IPT,131383
Miris
...... Perpustakaan Dijadikan Sebagai Tempat Rekreasi Terbaik
Tentunya
ini sebuah fakta yang ada di sekitar kita yang begitu mudah ditemukan. Dimana
masih banyak perpustakaan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Bahkan
tidak sedikit kisah sekolah-sekolah yang katanya diklaim sebagai tempat
melahirkan SDM-SDM berkwalitas di negeri ini justru masih banyak yang belum
memiliki perpustakaan. Jangankan memiliki perpustakaan dan bisa menjadi tempat
rekreasi, negara sendiri hingga detik ini masih belum mampu menyelesaikan
seluruh masalah-masalah berkenaan terkait sekolah yang ambruk, sekolah yang
tidak layak, hingga permasalahan korupsi dana pendidikan dan dana perpustakaan
yang seolah terus terbiarkan.
Melihat
kondisi tersebut, tentunya masih teramat sangat jauh jika kita berharap bahwa
perpustakaan pada saatnya nanti bisa menjadi dan berfungsi sebagai tempat
rekreasi yang mengasyikan dan menyenangkan sebagaimana di negara-negara maju.
Bukan malah sebaliknya, Perpustakaan menjadi tempat yang membosankan,
menyebalkan, apalagi jika sampai mendapat predikat menyeramkan, yang demikian
tentunya tidak pernah diharapkan.
Hampir
setiap pustakawan tentunya sudah tahu bahwa salah satu fungsi utama
perpustakaan diantaranya yaitu sebagai tempat rekreasi.
Namun
sayangnya tidak semua Pustakawan mampu menciptakan dan mengelola perpustakaan
mereka mampu berfungsi sebagai tempat yang menyenangkan dan mengasyikan.
Kebanyakan
justru image perpustakaan yang memprihatinkanya lagi tidak memiliki image
sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan, tapi justru image buruk nan
menyeramkan, membosankan, dan banyak kekecewaan ketika kita datang ke
perpustakaan.
Berbagai
acara seminar, workshop, bahkan diklat berhari-hari sekalipun, sepertinya belum
mampu menjadikan kegiatan yang begitu banyak tersebut untuk memperbaiki
perpustakaan yang mereka kelola.
Acara-acara
demi acara tersebut seolah hanya sebatas dijadikan acara ceremonial semata.
Bicara
terkait fungsi Perpustakaan sebagai tempat rekreasi, mungkin sebenarnya
pustakawan hanya membutuhkan praktek dan praktek dari banyaknya referensi
tentang perpustakaan yang sudah terus berbenah perbaiki agar perpustakaan
memiliki fungsi sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan dan membahagiakan.
Terkait
referensi tentunya sudah banyak, anda bisa juga melihat berbagai kreasi dan
perbaikan yang sudah dilakukan dan dicontohkan oleh berbagai perpustakaan yang
ada di negara-negara maju. Dimana di negara-negara maju tersebut, perpustakaan
benar-benar memfungsikan perpustakaan secara maksimal.
Perpustakaan
di negara-negara maju di bangun dengan sangat baik. Perpustakaan di
negara-negara maju tersebut tak sebatas fokus pada penyediaan buku dan buku
saja, tapi juga ada tempat bermain untuk anak-anak, bermain game, nonton film,
pertunjukan drama, teater, dan berbagai hiburan lainya yang disukai oleh
masyarakat.
Dengan
cara itulah jangan heran jika image perpustakaan di negara-negara maju sangat
baik dan disukai keberadaanya oleh masyarakatnya.
Kondisi
tersebut tentunya berbanding terbalik dengan yang ada di negara kit, walaupun
memang tidak semuanya karena beberapa perpustakaan di Indonesia juga sudah ada
yang menerapkan sebagaimana yanga da di negara-negara maju.
Kebanyakan
Pustakawan di negara kita seolah-olah fokus dan fokus dan memaksa masyarakat
agar supaya suka membaca, namun seringkali pendekatanya yang kurang tepat.
Berbeda
dengan di negara-negara maju yang mereka dengan penekanan dan pendekatan kepada
apa yang disukai oleh masyarakat terlebih dahulu, dengan cara menyediakan
fasilitas taman untuk bermain anak-anak, menyediakan fasilitas game, studio
musik, nonton film, pertunjukan teater atau drama, sehingga masyarakat dengan
sendirinya berbondong-bondong datang ke perpustakaan.
Begitu
masyarakat sudah berbondong-bondong berkunjung ke perpustakaan, maka tidak
perlu dipaksa, dengan sendiri secara bertahap, mereka juga akan memanfaatkan
fasilitas lainya seperti buku, koneksi internet yang cepat, serta berbagai
fasilitas lainya.
Tidak
hanya berhenti sampai disitu saja, pelayanan dan kemampuan SDM di
perpustakaan-perpustakaan negara maju juga sangat baik. Berbagai kesaksian
mahasiswa di Indonesia atau masyarakat umum yang pernah ke negara-negara maju
tersebut, mereka memiliki kesan jika pelayanan dari pustakawan begitu sangat
ramah seperti pelayanan di bank-bank.
Melalui
tulisan ini penulis juga hanya ingin berharap bahwa kedepan pustakawan maupun
pihak-pihak terkait yang memang memiliki wewenang penuh untuk memajukan
perpustakaan agar terus memperbaiki diri mereka serta fasilitas yang ada di
perpustakaan mereka.
Jangan
sampai pustakawan di negeri ini hanya iri dengan prestasi dan kenyamanan serta
keindahan dari perpustakaan-perpustakaan yang ada di negara maju, akan tetapi
tidak pernah iri dengan CARA dan kerja keras pustakawan di negara maju terkait
bagaimana mereka bisa melahirkan perpustakaan yang maju dan disukai oleh
masyarakatnya.
-
See more at:
http://new.aribicara.blogdetik.com/2015/06/04/miris-fungsi-perpustakaan-sebagai-tempat-rekreasi-terabaikan#sthash.cJ47av7C.dpuf